Sabtu, 31 Oktober 2009

BLOG SEKOLAH

1. SMP 2 BABAT

2.SMPN 2 SUGIO

3. SMP 2 SUKODADI

4. SMPN 1 LAMONGAN

5. SMPN 2 LAMONGAN

6. SMPN 3 LAMONGAN

7. SMPN 4 LAMONGAN

8. SMPN 5 LAMONGAN

9. SMPN 1 BABAT

10. SMPN 3 BABAT

11. SMPN 4 BABAT

12. SMPN 1 KEDUNGPRING

13. SMPN 2 KEDUNGPRING

14. SMPN 1 SUGIO

15. SMPN 3 SUGIO

16. SMPN SMPN 1 SAMBENG

17. SMPN 1 NGIMBANG

18. SMPN 2 NGIMBANG

19. SMPN 3 NGIMBANG

20. SMPN 1 BLULUK

21. SMPN 1 SUKORAME

22. SMPN 1 MODO

23. SMPN 2 MODO

24. SMPN 1 MANTUP

25. SMPN 2 MANTUP

26. SMPN 1 TIKUNG

27. SMPN 1 SARIREJO

28. SMPN 1 DEKET

29. SMPN 2 DEKET

30. SMPN 1 GLAGAH

31. SMPN 1 KARANG BINANGUN

32. SMPN 2 KARANG BINANGUN

33. SMPN 1 KALI TENGAH

34. SMPN 1 PACIRAN

35. SMPN 2 PACIRAN

36. SMPN 1 BRONDONG

37. SMPN 1 LAREN

38. SMPN 2 LAREN

39. SMPN 1 MADURAN

40. SMPN 1 SEKARAN

41. SMPN 2 SEKARAN

42. SMPN 1 PUCUK

43. SMPN 2 PUCUK

44. SMPN 1 SUKODADI

45. SMPN 1 TURI

46. SMPN 1 KARANG GENENG

47. SMPN 1 SOLOKURO

48. SMPN 1 KEMBANGBAHU

Kamis, 22 Oktober 2009

Kebiasaan Anak Nonton Televisi harus Dikurangi

YOGYAKARTA--MI: Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi minta para orang tua untuk mengurangi kebiasaan anak menonton televisi, mengakses internet dan menggunakan telepon seluler.

Konsumsi anak terhadap siaran televisi, internet, dan telepon seluler harus dikurangi, katanya dalam seminar reaktualisasi pendidikan tanpa kekerasan, di Yogyakarta, Sabtu (21/2).

Ia mengatakan, ketika anak terlalu banyak mengonsumsi televisi, anak terlihat duduk manis, tetapi pada kenyataannya mental mereka mengembara ke mana-mana.

Menurut dia, televisi hanya memberikan porsi sebesar 0,07 persen untuk bidang pendidikan sehingga orang tua harus mampu bersikap proaktif mengambil alih peran sebagai pendidik di rumah.

Secara psikologis anak akan selalu mengidolakan orang tua mereka sehingga orang tua dituntut memiliki waktu yang berkualitas untuk mendampingi anak-anaknya sehingga anak tidak mengalihkan perhatian ke media elektronik, ujarnya.

Sementara itu, Tupardi, seorang guru yang hadir dalam seminar tersebut mengatakan, pengaruh media elektronik membuat anak didik tidak konsentrasi belajar di kelas.

Menanggapi hal itu, Seto menyatakan para guru dan orang tua harus memiliki komunikasi yang efektif sehingga terjadi keselarasan antara pendidikan di jalur formal dan pendidikan di rumah.

Ia menambahkan, salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah memberikan pelajaran kreatif di sekolah, bukan hanya pelajaran yang bersifat komando satu arah dari guru.

Beberapa sekolah unggulan banyak yang sukses karena turut menggandeng orang tua untuk bekerja sama mewujudkan pendidikan kreatif, ujarnya.

Ia juga menegaskan, sebagai seorang pendidik, guru harus mampu memahami psikologi anak, bahwa anak bukan orang dewasa mini, dunia mereka adalah dunia bermain, masih berkembang secara fisik dan psikologis, suka meniru dan kreatif. Anak juga pribadi yang unik, kecerdasan mereka juga unik, sehingga tidak bisa disamakan, katanya.

Dikatakannya, kemampuan guru untuk memahami anaktidak bisa diperoleh dengan cara yang singkat, tetapi melalui proses berlatih secara terus menerus.

Memberikan pendidikan dan bertutur kata yang sistematis dan teratur akan berdampak pada perilaku anak yang positif, katanya. (Ant/OL-03)

Sumber: Media Indonesia Online

Rabu, 21 Oktober 2009

2010 PEMBAYARAN TPP DIGABUNG GAJI

JAKARTA--MI: Pembayaran tunjangan profesi guru akan digabungkan menjadi satu pembayarannya dengan gaji guru pada 2010. Ini untuk mengantisipasi rawannya penyimpangan tunjangan profesi guru oleh oknum-oknum tertentu di dinas pendidikan atau dinas agama di kabupaten/kota.

"Adanya laporan pungli memang membuat Depdiknas resah. Sebenarnya sudah pernah ada usulan, agar ke depan pembayaran tunjangan profesi guru tidak lagi terpisah," ujar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo kepada pers, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Mendiknas mengatakan, ke depan, pembayaran tunjangan profesi guru yang semula menggunakan dana dekonstrasi akan dibayarkan secara permanen bersama gaji guru sehingga dibayarkan melalui dana alokasi umum (DAU) atau dana alokasi khusus (DAK). "Untuk 2010, lebih dari Rp10 triliun tunjangan profesi itu akan dibayar melekat dengan gaji dan melalui DAU/DAK," katanya.

Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas, Baedhowi, menambahkan, pembayaran tunjangan profesi guru tersebut akan dialokasikan pada 318 ribu guru kuota pada 2009. "Harapan kami, setelah disatukan dengan rekening gaji itu, jangan ada lagi guru yang belum memenuhi persyaratan administrasi seperti lama mengajar 24 jam yang tak terpenuhi, nomor rekeningnya tidak sama, dan nomur unit pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) yang berbeda," kata Baedhowi.

sumber : MI ( Media Indonesia )

Minggu, 18 Oktober 2009

Assalamu'alaikum

Mohon ma'af kepada seluruh anggota MGMPTI, sehubungan ada eror pada web site kita www.mgmpti.com maka untuk tetap memperlancar komunikasi kita , dapat menggunakan blog ini. Sehingga ketika terjadi eror pada web utama kita, maka blog ini dapat menggantikan untuk SEMENTARA waktu sambil menunggu perbaikan pada web utama.
terima kasih
assalamu'alaikum Wr. Wb
http://mgmptiklamongan.blogspot.com

CHATTING

templates |